Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

..Organisasi yang diprakarsai oleh Lafran Pane pada tanggal 05 Februari 1947 dengan tujuan untuk mempertahankan bayi kemerdekaan Republik Indonesia dan Menyebarkan Ajaran Islam di kalangan Mahasiswa : hidup HMI - Bahagia HMI - Jayalah HMI..

Sabtu, 14 Januari 2012

Mencari Tuhan : Apa dan Bagaimana

Agama (baca: Islam) tentu saja bukan cuma mengajarkan tatacara beribadah atau incnyci ukan segenap kebaikan moral. Agamajuga berbicara tentang keharusan untuk memahami segala sesuatu secara rasional (masuk akal).

Dalam sejumlah ayat al-Quran, kita acapkali menjumpai pernyataan yang dimaksudkan untuk mengingatkan manusia tentang kemampuan rasio yang dimilikinya; afalâ ta’qilûn, afalâ yatafakkarûn, dsb.

Keharusan semacam ini tentunya tanpa kecuali, termasuk terhadap keberadaan agama itu sendiri. Dengan kata lain, suatu agama belum tentu bisa dibenarkan sepenuhnya (sekalipun memiliki ajaran moral-etis yung begitu menyentuh) kalau tidak memiliki pembenaran logis bagi keberadaannya.

Selasa, 10 Januari 2012

NDP : Sejarah Perumusannya



Nilai Nilai Dasar Perjuangan HMI

Sejak awal HMI telah mencantumkan “Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam” sebagai salah satu tujuannya, di samping “Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia”. Dengan demikian, Islam telah dijadikan sebagai landasan organisasi. Dalam hal ini HMI tidak mendasarkan diri pada “mazhab” tertentu, walau kemudian dalam pola pemikirannya HMI cenderung sebagai kelompok intelektual muslim pembaharu.

Dari situ HMI menuangkan pemahaman keislamannya yang tertampung dalam sebuah buku pedoman yang diberi nama Nilai Nilai Dasar Perjuangan (NDP). NDP merupakan gambaran bagaimana seorang HMI memahami Islam sebagaimana tercantum dalam al-Quran. Secara doktrin, yang terkandung dalam NDP bukanlah ajaran yang bertentangan dengan Islam, melainkan merupakan formulasi kembali atas al-Quran sehingga tertuang menjadi suatu kepribadian bagi kader HMI dalam mewujudkan amanat Tuhan sebagai khalifah fil-ardhi.

NDP adalah landasan ideologis perjuangan HMI, sebagai ruh yang mendorong moral pergerakan kader. Pemahaman terhadap NDP diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri kader akan keyakinan ilahiahnya, membangun semangat humanisme dalam interaksi dengan sesama manusia, dan sebagai sumber nilai moral yang mengiringi ilmu pengetahuan untuk diabdikan bagi kemanusiaan. Dengan demikian nilai-nilai NDP bisa menjadi identitas yang khas bagi kader-kader HMI.

Sejarah Perumusan
Rumusan NDP seperti yang kita lihat sekarang bukanlah hasil yang sekali jadi, melainkan hasil perkembangan pemikiran dan penghayatan mendalam atas sejarah perjuangan HMI secara keseluruhan. Bahkan kalau kita hitung jarak antara berdirinya HMI dengan perumusan NDP, tercatat waktu lebih 20 tahun.

Secara sosiologis, NDP dirumuskan dalam kancah pertarungan ideologi-ideologi besar yag ada pada saat itu. Nasionalisme Bung Karno, Komunisme PKI, dan Sosialisme PSI adalah ideologi-ideologi yang secara umum berebut pengaruh. Di samping itu yang juga mendorong perumusan NDP adalah perlawatan Nurcholish Madjid ke Amerika (Oktober 1968) atas beasiswa sebagai pemimpin mahasiswa dari Council for Leaders and Specialist, Washington. Namun menurutnya yang banyak memberikan terhadap sikap dan gagasannya bukan itu, melainkan kunjungannya ke beberapa negara di Timur Tengah (Turki, Libanon, Syiria, Irak, Kuwait, Saudi, Sudan dan Mesir) selama empat bulan setelah lawatannya ke Amerika.

Faktor-faktor berikut dikemukakan Cak Nur sebagai hal yang menginspirasikan perumusan NDP: pertama, tidak adanya bacaan yang komprehensif dan sistematis tentang ideologi Islam. Kedua, kecemburuan terhadap anak-anak muda komunis yang oleh partainya disediakan buku pedoman kecil berjudul Pustaka Kecil Marxis (PKM). Ketiga, ketertarikan terhadap buku kecil yang ditulis oleh Willy Eihleir, Fundamental Values and Basic Demand of Democratic Socialis. Tulisan ini merupakan upaya reformasi ideologis bagi partai sosialis demokrat Jerman di Jerman Barat.

Karena itu jelas bahwa dari latar belakang perumusannya Nurcholish Madjid ingin menempatkan NDP sebagai idelogi bagi HMI, yang diharapkan dapat menandingi ideologi-ideologi lain yang berkembang pada saat itu.

Iman Ilmu Amal
Secara garis besar, ada tujuh persoalan yang dibahas dalam NDP. 1) Dasar-dasar Kepercayaan; 2) Pengertian-pengertian Dasar tentang Kemanusiaan; 3) Kemerdekaan Manusia (ikhtiar) dan Keharusan Universal (Takdir); 4) Ketuhanan Yang Maha Esa dan Perikemanusiaan; 5) Individu dan Masyarakat; 6) Keadilan Sosial dan Ekonomi; 7) Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan. Ketujuh persoalan itu secara sederhana dapat diintisarikan dalam tiga kata: iman, ilmu, amal.

Iman, adalah bentuk kepercayaan yang paling mendasar dalam diri manusia. Hidup yang benar dimulai dengan iman yang benar. Iman yang benar adalah percaya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, disertai takwa, yaitu keinginan mendekat serta kecintaan kepadaNya. Manusia berhubungan dengan Tuhan dalam bentuk penghambaan atau penyerahan diri (islam), berupa ibadah (pengabdian formil/ritual). Ibadah mendidik individu agar tetap ingat kepada Tuhan dan berpegang teguh pada kebenaran sebagaimana dikehendaki oleh hati nurani yang hanif. Dengan ibadat, manusia dididik untuk memiliki kemerdekaannya, kemanusiaannya, dan dirinya sendiri; sebab ia telah berbuat ikhlas, yaitu memurnikan pengabdian hanya kepada kebenaran (Tuhan) semata-mata. Inilah yang disebut tauhid. Lawannya adalah syirik, yaitu memperhambakan diri kepada sesuatu selain Tuhan. Syirik merupakan kejahatan terbesar bagi kemanusiaan karena sifatnya yang meniadakan kemerdekaan asasi.

Tuhan adalah mutlak. Kebenaran Tuhan dengan demikian bersifat mutlak. Yang selain Tuhan (baca: manusia) adalah relatif. Namun sudah merupakan tugas sejarah bagi yang relatif ini untuk terus-menerus berupaya mencapai Yang Mutlak, karena dari sanalah manusia berasal dan kepada-Nyalah manusia kembali. Kembali kepadaNya berarti menuju kepada Kebenaran. Namun Kebenaran yang sifatnya mutlak tidak mungkin dicapai oleh manusia. Manusia hanya dapat mencapai kebenaran-(kebenaran) yang relatif. Untuk itu manusia memerlukan ilmu, yang merupakan alat manusia untuk mencari dan menemukan kebenaran-kebenaran itu. Sekalipun relatif, kebenaran-kebenaran itu merupakan tonggak sejarah yang mesti dilalui manusia dalam perjalanan menuju Kebenaran Mutlak.

Ilmu adalah pengertian yang dipunyai oleh manusia secara benar tentang alam dan dirinya sendiri. Hubungan manusia dengan alam bersifat penguasaan dan pengarahan. Alam tersedia bagi manusia untuk kepentingan pertumbuhan kemanusiaan. Penguasaan dan pengarahan itu tidak mungkin dilaksanakan tanpa pengetahuan tentang hukum-hukumNya yang tetap (sunnatullah). Pengetahuan itu dapat dicapai dengan mendayagunakan intelektualitas rasionalitas secara maksimal.
Manusia adalah makluk sosial, hidup di antara dan bersama manusia-manusia lain dalam hubungan tertentu. Oleh karena itu manusia tidak mungkin dapat memenuhi kemanusiaannya dengan baik tanpa berada di tengah sesamanya. Iman dan ilmu saja tidaklah berarti apa-apa jika tidak diterapkan dalam bentuk kerja nyata bagi kemanusiaan. Inilah yang disebut amal. Kerja kemanusiaan atau amal saleh mengambil bentuknya yang utama dalam usaha yang sungguh-sungguh secara esensial menyangkut kepentingan manusia secara keseluruhan, yaitu menegakkan keadilan dalam masyarakat sehingga setiap orang memperoleh harga diri dan martabat sebagai manusia. Usaha ini disebut amar ma’ruf. Lawannya disebut nahi munkar, yaitu mencegah segala bentuk kejahatan dan kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam bentuk yang lebih konkrit, usaha ini diwujudkan misalnya melalui pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas, serta usaha ke arah peningkatan nasib dan taraf hidup mereka yang wajar dan layak sebagai manusia.
Dengan integrasi iman, ilmu, dan amal itulah manusia akan mampu memenuhi kodratnya, yaitu sebagai hamba di hadapan Tuhan dan sebagai khalifah di hadapan alam. Cita-cita ideal HMI kiranya tertuang dalam NDP tersebut. menjadi manusia kreatif yang mampu berinovasi dalam kerja-kerja nyata demi mempertinggi harkat kemanusiaan (amal saleh); disertai ilmu sebagai alat untuk melakukan itu; dan tentu saja dilandasi oleh iman yang benar.

Status NDP
Selama ini HMI dikenal dengan tradisi pembaharuannya. Dalam pembaharuan akan selalu ada kritik dan otokritik terhadap segala sesuatu yang ada. Hal ini memungkinkan adanya perbaikan dan pengembangan ke arah yang lebih baik.

Meskipun NDP berpretensi ideologis, NDP tidak boleh diperlakukan sebagai dogma yang taken for granted oleh kader-kader HMI. NDP bagi HMI tidaklah sama dengan al-Quran bagi umat Islam. Bagaimana pun NDP adalah buatan manusia. Karena itu meskipun perumusannya didasarkan pada wahyu yang bersifat mutlak, NDP tak lebih dari sekadar hasil interpretasi manusia yang nilai kebenarannya relatif. NDP bolehlah dikatakan sebagai satu usaha berupa landasan filosofis untuk mencapai Yang Mutlak, Kebenaran, yaitu Tuhan itu sendiri. Keberadaan NDP harus disikapi secara kritis. Cak Nur sendiri, selaku salah seorang perumus NDP, ketika ditanya apakah NDP masih relevan dengan kondisi sekarang ataukah perlu diganti, mengatakan bisa saja, asal tingkat intelektualitasnya tidak lebih rendah dari yang ada sekarang.

Referensi
  • Mars dan Hymne HMI. 
  •  HMI Candradimuka Mahasiswa. 
  •  Modul Perkaderan HMI terbitan HMI Cabang Ciputat 2010. 
  •  Kumpulan makalah Pusdiklat Regional Pemahaman Nilai Identitas Kader, HMI Badko Jawa Bagian Tengah, Juli 1999. 
  •  Hasil-hasil Kongres 22 di Jambi.
Catatan
Tulisan ini awalnya ditulis sebagai syarat mengikuti Senior Course (SC) di HMI Cabang Surabaya bulan Februari tahun 2012 sedikit banyak tulisan ini juga di ilhami dari tulisan Rakanda Asep Sofyan HMI Cabang Ciputat

Tafsir Independensi HMI

Menurut fitrah kejadiannya, maka manusia diciptakan bebas dan merdeka. Karenanya kemerdekaan pribadi adalah hak yang pertama. Tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari pada kemerdekaan itu. Sifat dan suasana bebas dan kemerdekaan seperti diatas, adalah mutlak diperlukan terutama pada fase/saat manusia berada dalam pembentukan dan pengembangan. Masa/fase pembentukan dari pengembangan bagi manusia terutama dalam masa remaja atau generasi muda.

Mahasiswa dan kualitas-kualitas yang dimilikinya menduduki kelompok elit dalam generasinya. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis adalah ciri dari kelompok elit dalam generasi muda, yaitu kelompok mahasiswa itu sendiri. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis yang didasarkan pada obyektif yang harus diperankan mahasiswa bisa dilaksanakan dengan baik apabila mereka dalam suasana bebas merdeka dan demokratis obyektif dan rasional. Sikap ini adalah yang progresif (maju) sebagai ciri dari pada seorang intelektual. Sikap atas kejujuran keadilan dan obyektifitas.

Atas dasar keyakinan itu, maka HMI sebagai organisasi mahasiswa harus pula bersifat independen. Penegasan ini dirumuskan dalam pasal 6 Anggaran Dasar HMI yang mengemukakan secara tersurat bahwa "HMI adalah organisasi yang bersifat independen"sifat dan watak independen bagi HMI adalah merupakan hak azasi yang pertama.

Untuk lebih memahani esensi independen HMI, maka harus juga ditinjau secara psikologis keberadaan pemuda mahasiswa Islam yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam yakni dengan memahami status dan fungsi dari HMI.

Pidato Ketua Umum HMI Cabang Cirebon : Agenda Dies Natalis HMI Ke-63


MEMBANGUN HMI BARU MENUJU CIREBON LEBIH BAIK
(POKOK-POKOK PIKIRAN UNTUK PEMBAHARUAN HMI CABANG CIREBON)
Aang Munawar, S.Pd I
Ketua Umum HMI Cabang Cirebon 2010




Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin, Wasshalaatu Wassalaamu’ala Asyrafil Ambiyaa’I Wal Mursaliin, Wa’alaa Aalihi Wa Shahbihi Ajma’in.



Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, nikmat, taufiq dan hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua. Teriring do’a semoga kita semua senantiasa mendapatkan limpahan berkah, sehingga hati dan pikiran jernih kita selalu dibimbing petunjuk-Nya dalam melaksanakan berbagai aktivitas masing-masing dan juga dalam menghadiri peringatan dies Natalis HMI ke- 63 ini. Amiin.

Hadirin yang kami hormati,

Sembari melayangkan pandangan ke hadapan wajah-wajah putra/i terbaik kader HMI di mimbar ini, ijinkan terlebih dahulu kami mensitir sebuah pesan dalam Kitab Suci. Al-Qur’an mengamanatkan kepada kita, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” (QS Al-Hujuraat : 13).

Meretas Arah Baru Pendidikan Nasional


Meretas Arah Baru Pendidikan Nasional
Menguak Tabir Kapitalisme Dalam Sistem Pendidikan Nasional 
Oleh : Enja Warjana | Ketua Umum HMI Cabang Cirebon 2012

I.          Dasar Pendidikan Nasional
Life is education and education is life. Itulah yang di katakan oleh Prof. Propert Lodge. Pernyataan Lodge tersebut mengisyaratkan kepada kita semua bahwa, antara pendidikan dengan kehidupan hampir tidak ada bedanya. Keduanya memiliki pengertian yang telah menyatu dalam sebuah kerangka filosofis. Proses pendidikan tidak lain adalah proses bagi manusia dalam mengarungi samudera kehidupan dan sebaliknya.

Individu manusia lahir tanpa memiliki pengetahuan, tetapi telah dilengkapi dengan fitrah yang memungkinya untuk menguasai beberapa pengetahuan dan peradaban. Kondisi awalnya individu dan proses pendidikanya tersebut disyaratkan oleh Allah didalam firman-Nya sebagai berikut :

"dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan yang tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur" (Q.s Al-Nahl, 16:17).

Kita semua menyadari, bahwa salah satu dari tujuan mulia didirikannya bangsa Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan (masyarakat) bangsa. Dengan harapan dari bangsa yang cerdas inilah mampu melahirkan para anak bangsa yang mampu mengharumkan nama bangsanya sendiri. Penjajahan yang berkepanjangan telah menyebabkan bangsa ini dalam kebodohan dan keterbelakangan. Dengan menjadikan bangsa yang merdeka, kita bercita-cita untuk menjadi bangsa yang cerdas, bangsa yang mampu membangunkan dirinya menjadi bangsa yang maju, dan tampil terhormat dalam pergaulan antar bangsa. Tentu saja untuk menjadi bangsa yang cerdas, harus menyelenggarakan sesuatu pendidikan nasional yang terencana secara konsepsional, sistematis, menyeluruh dan berkelanjutan.

Merajut Cita


“Jeritan Jiwa Yang Gelisah Untuk Mimpi Indah Dalam Sebuah Himpunan Penuh Cinta”

 Oleh : Aiz Ali Al Taftajaniy [Tim Kajian Lingkar Studi Insan Cita]*

Bismillahirrahmaanirrahiim

Salam sejahtera semoga senantiasa kita sekalian selalu berada dalam naungan Rahmat dan Hidayah Allah Azza Wajalla Jalaluh sehingga Dia Dzat yang kita yakini serta apa yang menjadi titah-Nya kita usahakan dengan segenap daya dan kekuatan yang diberikan-Nya dengan harapan sampai semuanya dan dibalas oleh-Nya dengan apa yang kita sebut dengan Ridho dan Surga-Nya. Begitulah kita diajarkan untuk tetap yakin usaha sampai dalam filosofis berfikir kita. Shalawat serta salam akan selalu didendangkan keharibaan Muhammad SAW yang telah mengajarkan kita Nilai - Nilai Dasar Perjuangan sehingga memudahkan kita dalam menjalankan titah Tuhannya untuk menjadi wakil wakil terbaik Tuhan dimuka bumi ini seperti yang dititahkannya lewat Adam a.s.

Ada beberapa hal yang dirasa kering kerontang dalam perjalanan perjuangan ini, semuanya terjebak dalam kubangan kepentingan serta kemunafikan kedok himpunan pada diri kita pribadi baik disadari atau tidak itulah dan inilah yang sekarang sedang menjadi apa yang kemudian disebutkan oleh Rakanda Agus Salim Sitompul sebagai The Sick Man From Yogyakarta (seseorang yang sakit dari Yogya). Dalam kesempatan kali ini coba akan kita selidiki sedikit saja tentang beberapa sumbangan yang diharapkan bisa bermanfaat bagi jiwa para kader yang bersumpah setia untuk membumikan Himpunan Mahasiswa Islam dengan semangat yang tentunya disorong bukan hanya dengan modal semangat tetapi juga memang dengan modal yang cukup untuk menunjang nilai yang telah diajarkan serta cita cita luhur yang diharapkan lewat “Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi…”.

Senin, 09 Januari 2012

Koalisi Perjuangan : Mengembalikan HMI Pada Rel Konstitusi dan Nilai Nilai Dasar Perjuangan

Catatan Konfercab XLII Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon

..ketika semuanya sudah kita samakan langkah maka hal yang terpenting untuk kita pikirkan adalah bagaimana mengawal langkah yang sudah searah seirama ini bisa memberikan warna cerah dan perubahan yang maksimal untuk himpunan sebab bagaimanapun himpunan ini bukan milik saya ataupun anda tapi milik kita bersama : ini bukan bicara like or dislike tapi ini pilihan..
Yakin Usaha Sampai Untuk Kemajuan
Hidup HMI - Bahagia HMI - Jayalah HMI
(Rakanda Enja Warjana : Formateur Terpilih Konfercab XLII HMI Cabang Cirebon)


Pengkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) : Catatan Kongres XXIV Jakarta

Sesungguhnya Allah telah mewahyukan Islam sebagai ajaran yang haq dan sempurna untuk mengatur ummat manusia kehidupan sesuai dengan fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi. Sebagai khalifah, manusia dituntut mengejawantahkan nilai-nilai illlahiyah dibumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata kehadirat-Nya. Manauladani Tuhan dengan bingkai pangabdian kehadirat-Nya melahirkan konsekuensi untuk melakukan pembebasan (liberation) dari belenggu-belenggu selain Tuhan. Dalam konteks ini seluruh penindasan atas kemanusiaan adalah thagut yang harus dilawan. Inilah yang menjadi subtansi dari pesaksian primordial manusia (Syahadatain).

Minggu, 08 Januari 2012

Kualitas Insan Cita

Kualitas Insan Cita HMI adalah merupakan dunia cita yang terwujud oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Kualitas tersebut sebagaimana dalam pasal tujuan (Pasal 5 AD HMI : Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.) adalah sebagai berikut :

HMI CABANG CIREBON

Bismillahirrahmanirrahim

Salam sejahtera untuk kita sekalian : Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas segala apa-apa yang sudah dianugerahkan-Nya kepada kita sekalian serta sholawat dan salam kebahagiaan atas Nabi junjungan Muhammad Sang Juru Selamat pemberi Syafa'at


Masa Kepengurusan HMI Cabang Cirebon Periode 2011 - 2012 mengucapkan "SELAMAT DATANG" di Gerbong Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon versi Dunia Maya : Semoga Semuanya Bisa Bermanfaat --> amin