cahayamu
keabadian : menerangi segala sudut relung kehidupanku dalam gelap temaram
kidung bernama kerinduan, bahkan akupun menangis saat aku tahu kau jatuh
terjerembab dalam isak tangisan malam-malam bahkan siang harimu. aku berdosa
membiarkanmu sendiri dalam ketakutanmu akan kehilangan diriku bahkan aku
mencoba untuk mengintip dirimu dalam sudut mata yang sembab menangis atas nama
cinta. begitupun aku yang begitu mencintaimu.
menjemput hari lahirmu yang ke 65 --> hanya kiriman do’a dan senandung
cinta yang bisa aku buat, aku tahu ini tidak istimewa bahkan mungkin hina bagi
dirimu, namun kau juga perlu tahu aku bukan orang yang mempu memberimu banyak
dari segi materi karena aku tak punya, karena aku tiada daya, tiada dana, tiada
karsa, namun aku hanya punya sepucuk cinta, segudang do’a serta jiwa yang abadi
mencintaimu.
maafkan aku jika begini lemah menghadapi kekuatanmu
aku mencintaimu -->
mencintaimu dalam karsaku, dalam karyaku, dalam kebahagiaanku, bahkan kau akan
tetap tersimpan rapih meski dalam dukaku, kau yang memberi aku sedikit semangat
untuk mesih bisa bertahan untuk ada, setidaknya selama kau masih menganggapku
ada dalam cinta. aku mencintaimu dengan semangat cintaku padamu. cinta yang
tidak pernah berubah sedikitpun bahkan bertambah walau semakin hari semakin kau
kehilangan kepercayaan padaku karena sikap tingkah sifatku, namun percayalah
hati ini sudah terpatri jelas bahwa hanya ada namamu dalam matahari edelwais ku
: matahari keabadianku.